Deposito Emas Pegadaian: Apa Itu, Cara Kerjanya, Keuntungannya, dan Risikonya
Bagi orang yang
sudah punya emas, mungkin ada pertanyaan: apakah emas hanya bisa disimpan atau
dijual kalau harganya naik?
Saat ini ada
pilihan lain dalam sistem ekosistem emas, yaitu Deposito Emas.
Berbeda dengan
deposito uang yang menggunakan rupiah sebagai uang yang disimpan, Deposito Emas
menggunakan emas sebagai barang yang didepositokan. Imbal hasilnya juga
diberikan dalam bentuk tambahan gram emas, bukan berupa bunga dalam bentuk
rupiah.
Konsep ini
menarik karena pemilik emas tidak hanya menyimpan asetnya selama periode
tertentu, tetapi juga bisa mendapatkan tambahan gram emas sesuai aturan produk
tersebut.
Pegadaian
menawarkan Deposito Emas sebagai salah satu layanan dalam sistem Bank Emas.
Berdasarkan informasi resmi dari produk tersebut, Deposito Emas menawarkan
beberapa pilihan jangka waktu yaitu 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan.Untuk
memulai deposito, minimal penempatan adalah 5 gram emas.Tingkat bunga yang
diberikan adalah 1% per tahun.
Namun, sebelum
memutuskan untuk memilih Deposito Emas sebagai pilihan investasi yang lebih
menguntungkan, kamu harus memahami cara kerjanya, aturan yang berlaku, risiko
yang mungkin terjadi, serta cara menghitung keuntungannya.
Apa Itu Deposito Emas?
Deposito Emas
adalah layanan menyimpan emas di Pegadaian yang memberikan tambahan keuntungan
berupa gram emas. Emas yang disimpan berasal dari tabungan emas yang memenuhi
syarat.
Secara konsep,
mekanismenya mirip dengan deposito berjangka. Nasabah memilih berapa banyak
emas yang ingin disimpan dan menentukan durasi waktu penyimpanan yang tersedia.
Perbedaannya
terdapat pada aset yang dimiliki dan bentuk keuntungan yang diberikan.
Dalam tabungan,
nasabah menyimpan uang dan mendapatkan bunga sesuai dengan aturan produk yang
berlaku.
Di Deposito
Emas, pelanggan menyimpan emas dan mendapatkan tambahan berat emas sesuai
dengan ketentuan hasil yang disepakati.
Pegadaian
menjelaskan bahwa Deposito Emas adalah layanan untuk menyimpan emas dan
memberikan imbal hasil berupa tambahan berupa gram emas. Emas tersebut disimpan
dan di-asuransikan selama masa deposito.
Oleh karena
itu, pemilik emas tidak harus bergantung hanya pada kenaikan harga emas saja.
Ada tambahan gram yang termasuk dalam sistem pengembalian hasil produk.
Tapi perlu
diingat, tambahan gram tidak berarti harga emas pasti akan naik. Nilai rupiah
dalam seluruh kepemilikan bisa berubah sesuai dengan harga emas.
Bagaimana Cara Kerja Deposito Emas?
Cara kerja
Deposito Emas bisa dijelaskan dalam beberapa tahapan yang sederhana.
Pertama,
nasabah memiliki rekening Tabungan Emas.
Kedua, sebagian
dari saldo emas yang memenuhi syarat disimpan dalam Deposito Emas.
Ketiga, nasabah
memilih tenor yang tersedia.
Keempat, emas
tersebut disimpan selama jangka waktu yang sudah ditentukan.
Kelima, nasabah
akan mendapatkan keuntungan berupa tambahan gram emas sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
Informasi resmi
dari Pegadaian saat ini menampilkan pilihan jangka waktu pinjaman sebesar 6, 9,
dan 12 bulan. Minimal deposito adalah 5 gram, dengan kelipatan 1 gram, dan
setelah melakukan deposito, saldo Tabungan Emas harus tetap memiliki minimal
0,1 gram. Pengajuan dilakukan melalui aplikasi Tring!by Pegadaian.
Secara sederhana:
Tabungan Emas →
pilih saldo → Deposito Emas → pilih tenor → dapat tambahan gram emas.
Mekanisme ini
membuat Deposito Emas berbeda karena ketika membeli emas batangan, Anda harus
menyimpannya sendiri di rumah.
Apa Bedanya
Tabungan Emas dan Deposito Emas?
Artikel Terkait :
Kedua jenis itu sama-sama memakai emas sebagai aset, tetapi peran serta tujuannya tidak sama.
Aspek Tabungan Emas Deposito Emas
Bentuk aset
Saldo gram emas Saldo gram emas yang disimpan jangka panjang
Jangka waktu
lebih fleksibel, yaitu 6, 9, atau 12 bulan.
Imbal hasil
tambahan tidak seperti deposito berjangka, ada sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Minimum
deposito tidak berlaku sebagai deposito, 5 gram.
Likuiditas
lebih fleksibel sesuai aturannya, mengikuti ketentuan deposito.
Tujuan menabung
dan memiliki emas adalah untuk mengoptimalkan emas tersebut dalam jangka waktu
tertentu.
Pengajuan
Rekening Tabungan Emas Membutuhkan Tabungan Emas
Tabungan Emas
bisa menjadi cara untuk memperoleh emas secara perlahan.
Deposito Emas
digunakan oleh pemilik emas untuk menyimpan sebagian dari saldo mereka dalam
bentuk tabungan jangka panjang dan mendapatkan keuntungan tambahan.
Jadi, Deposito
Emas bukan pengganti Tabungan Emas.
Keduanya bisa
berperan berbeda dalam mengelola aset.
Berapa Minimal Deposito Emas?
Berdasarkan
informasi resmi dari Pegadaian, batas minimal untuk Deposito Emas adalah 5
gram, dan setiap tambahan harus dalam kelipatan 1 gram. Setelah sebagian dana
disimpan ke deposito, rekening Tabungan Emas wajib menyisakan minimal 0,1 gram.
Contohnya,
seseorang memiliki tabungan emas dengan jumlah 10 gram.
Secara
sederhana, ia bisa mempertimbangkan untuk menabung sebagian dana ke Deposito
Emas sesuai aturan yang berlaku, contohnya 5 gram.
Saldo tabungan
emas yang tersisa harus tetap memenuhi batas minimum yang telah ditentukan.
Namun, angka
dan ketentuan produk dapat berubah. Oleh karena itu, sebelum melakukan
transaksi, selalu cek informasi terbaru melalui kanal resmi Pegadaian.
Berapa Lama Tenor Deposito Emas?
Saat ini
Pegadaian mencantumkan tiga pilihan tenor:
6 bulan
9 bulan
12 bulan
Pilihan tenor
tersebut memungkinkan nasabah menyesuaikan penempatan emas sesuai dengan tujuan
keuangan mereka.
Misalnya,
seseorang berencana memakai sebagian dari harta miliknya dalam waktu sekitar
satu tahun. Ia bisa memilih durasi yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Namun, jangan
memilih tenor hanya karena imbal hasilnya terlihat menarik.
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah saya
benar-benar tidak memerlukan emas tersebut selama periode berlangsung?
Jika jawabannya
tidak, sebaiknya Anda pahami terlebih dahulu aturan pencairan dan akibatnya
jika ingin menarik dana sebelum waktu jatuh tempo.
Berapa Imbal Hasil Deposito Emas?
Informasi
produk resmi Pegadaian saat ini menyebutkan bahwa tingkat bunga yang diberikan
adalah 1% per tahun.
Yang menarik
adalah imbal hasilnya diberikan dalam bentuk gram emas, bukan dalam rupiah.
Ini artinya
perhitungan bunga yang digunakan tidak sama dengan bunga deposito biasa.
Sebagai contoh edukasi:
Orang tersebut
menyimpan 10 gram emas selama waktu satu tahun.
Jika
menggunakan angka imbal hasil 1% per tahun sebagai contoh yang sederhana:
10 gram × 1% =
0,1 gram
Maka secara
contoh tambahan hasilnya adalah sekitar 0,1 gram emas.
Jika harga emas
saat itu adalah Rp2.000.000 per gram, maka nilai 0,1 gram bisa dihitung dengan
cara yang mudah yaitu:
0,1 ×
Rp2.000.000 = Rp200.000
Tetapi jika
harga emas kemudian naik menjadi Rp2.500.000 per gram, nilai dari 0,1 gram
tersebut akan menjadi:
0,1 ×
Rp2.500.000 = Rp250.000
Ini menunjukkan
sesuatu yang penting:
Jumlah gram dan
nilai rupiah adalah dua hal yang berbeda.
Imbal hasil
diberikan dalam bentuk gram, sedangkan nilai rupiahnya tergantung pada harga
emas saat masa penilaian atau penjualan.
Contoh di atas
hanyalah simulasi matematika sederhana, bukan jaminan hasil dari transaksi
nyata.
Apakah Deposito
Emas Pasti Menguntungkan?
Tidak tepat
mengatakan suatu investasi pasti menguntungkan.
Deposito Emas
memang memberikan keuntungan tambahan berupa gram emas sesuai dengan aturan
yang berlaku pada produk tersebut. Namun, nilai total aset bisa berubah karena
harga emas naik atau turun.
Misalnya:
Saldo awal:
10 gram
Tambahan imbal
hasil:
0,1 gram
Total:
10,1 gram
Secara jumlah
emas, aset bertambah.
Namun nilai
dalam rupiah tetap tergantung pada harga emas.
Jika harga emas
menurun, nilai rupiah dari 10,1 gram tersebut juga bisa turun.
Sebaliknya,
bila harga emas naik, nilai rupiah bisa ikut naik.
Jadi, jangan
melihat Deposito Emas hanya dari persentase imbal hasilnya.
Perhatikan juga
risiko harga emas.
Apa Keuntungan
Deposito Emas?
Ada beberapa ciri khas yang membuat produk ini layak untuk dicari tahu.
1. Mendapat Tambahan Gram Emas
Keuntungan yang
paling mudah dipahami adalah adanya penambahan gram emas sesuai dengan
ketentuan hasil imbalannya.
Berbeda dengan
menyimpan emas biasa, saldo bisa bertambah karena adanya imbal hasil dari
produk tersebut.
2. Tidak Perlu Menyimpan Emas Fisik Sendiri
Emas yang
disimpan di Pegadaian tersebut dilindungi dengan asuransi menurut informasi
resmi dari produk tersebut.
Hal ini bisa
mengurangi kebutuhan pemilik untuk menyimpan emas secara fisik sendiri.
3. Memiliki Pilihan Tenor
Pegadaian saat
ini menyediakan pilihan tenor 6, 9, dan 12 bulan seperti yang tercantum dalam
informasi produk.
Pilihan
tersebut bisa membantu menyesuaikan letak emas dengan rencana keuangan Anda.
4. Mendorong Disiplin Menyimpan Aset
Karena emas
disimpan dalam jangka waktu tertentu, nasabah tidak langsung menggunakan dana
tersebut untuk kebutuhan yang tidak terencana.
Ini bisa
menjadi salah satu keuntungan dari instrumen berjangka.
Apa Kekurangan dan Risiko Deposito Emas?
Di balik
manfaatnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Harga Emas Tetap Bisa Turun
Deposito Emas
tidak menghilangkan risiko harga emas yang berubah.
Jika harga emas
berkurang, nilai rupiah dari tabungan emas pun bisa berkurang juga.
Penambahan
berat badan tidak otomatis membuat nilai investasi selalu naik.
2. Dana Tidak Sebebas Tabungan Emas
Deposito Emas
merupakan produk berjangka.
Karena itu,
nasabah perlu memahami aturan terkait waktu jatuh tempo dan pencairan dana.
Jangan
menyimpan semua emas yang mungkin dibutuhkan dalam waktu dekat.
3. Imbal hasil tidak sama dengan kenaikan harga emas.
Jika tingkat
imbal hasil yang tercantum adalah 1% per tahun, maka angka tersebut menunjukkan
tingkat imbal hasil dari produk tersebut.
Itu berbeda
dengan potensi kenaikan harga emas.
Misalnya, jika
harga emas naik 10%, itu tidak berarti Deposito Emas memberi keuntungan sebesar
11%.
Keduanya
berasal dari mekanisme yang berbeda.
4. Ketentuan Produk Dapat Berubah
Produk keuangan
dapat mengalami perubahan ketentuan.
Oleh karena
itu, informasi seperti besarnya pinjaman minimum, durasi pinjaman, tingkat
bunga, pajak, biaya, serta cara pencairan dana harus diperiksa kembali sebelum
melakukan transaksi.
Deposito Emas vs Deposito Uang
Kata
"deposito" bisa membuat orang bingung antara Deposito Emas dengan
deposito bank umum.
Padahal
terdapat perbedaan penting.
Aspek Deposito
Emas Deposito Uang
Aset dasar Emas
Uang
Imbal hasil
Tambahan gram emas Bunga uang
Nilai aset
dipengaruhi oleh harga emas dan didasarkan pada nominal uang.
Tenor Mengikuti
ketentuan produk Mengikuti produk bank
Risiko utama
meliputi perubahan harga emas, risiko produk atau bank, serta perubahan daya
beli.
Bentuk hasil
Gram emas Uang/bunga
Penjaminan
perlu dilihat berdasarkan ketentuan produk.Simpanan tertentu bisa dijamin oleh
LPS jika memenuhi syarat.
Perbandingan
ini menunjukkan bahwa Deposito Emas bukan hanya deposito berupa uang yang
namanya diubah jadi emas.
Aset dasarnya
memang berbeda.
Oleh karena
itu, cara mengukur hasilnya juga harus berbeda.
Contoh
Sederhana Deposito Emas
Misalkan
seseorang memiliki:
Saldo awal: 20
gram
Selanjutnya,
semua yang memenuhi persyaratan ditempatkan dalam Deposito Emas.
Sebagai
simulasi yang sederhana dengan asumsi hasil 1% setiap tahun:
20 gram × 1% =
0,2 gram
Jika tenor satu
tahun dan semua asumsi dalam simulasi terpenuhi, tambahan secara matematika
adalah:
0,2 gram
Total secara
sederhana:
20 gram
ditambah 0,2 gram sama dengan 20,2 gram.
Sekarang
gunakan dua skenario harga emas.
Jika harga emas
Rp2.000.000 per gram
20,2 ×
Rp2.000.000 = Rp40.400.000
Jika harga emas
Rp1.800.000 per gram
20,2 ×
Rp1.800.000 = Rp36.360.000
Dari contoh itu
terlihat bahwa jumlah gramnya bertambah, tetapi nilai dalam rupiah tetap
tergantung pada harga emas.
Inilah alasan
mengapa pembaca tidak disarankan hanya memperhatikan persentase imbal hasil.
Apakah Deposito
Emas Cocok untuk Pemula?
Bisa
dipertimbangkan, tetapi bagi pemula sebaiknya memahami produk secara baik
sebelum menempatkan dana.
Ada beberapa
pertanyaan yang sebaiknya dijawab:
Apakah saya
sudah memiliki Tabungan Emas?
Deposito Emas
memerlukan rekening Tabungan Emas sebagai dasar untuk menempatkan dana.
Apakah saya
mengerti bahwa imbal hasilnya adalah berupa gram emas?
Jika belum,
pahami mekanismenya terlebih dahulu.
Apakah saya
butuh emas itu dalam waktu dekat?
Jika iya,
perhatikan ketentuan tenor dan pencairan.
Apakah saya
siap menghadapi perubahan harga emas?
Jika harga
berkurang, nilai aset rupiah juga bisa turun.
Pemula tidak
harus buru-buru hanya karena melihat kata "imbal hasil".
Pahami produk
terlebih dahulu.
Cara Membuka Deposito Emas di Pegadaian
Informasi resmi
dari Pegadaian menyatakan bahwa pengajuan untuk Deposito Emas dilakukan melalui
aplikasi Tring!by Pegadaian. Nasabah harus memiliki rekening Tabungan Emas
terlebih dahulu.
Secara umum,
alurnya adalah:
Masuk ke
aplikasi Tring!by Pegadaian.
Pilih menu
Emas.
Pilih Deposito.
Masuk ke
informasi Deposito Emas.
Pilih Tambah
Deposito.
Tentukan tenor.
Masukkan
nominal dalam satuan gram emas.
Periksa kembali
detail transaksi.
Lanjutkan
proses sesuai instruksi aplikasi.
Masukkan PIN
dan kode OTP jika diminta.
Tunggu
konfirmasi transaksi.
Pegadaian juga
menjelaskan bahwa sistem akan menunjukkan perkiraan keuntungan saat besaran
nilai dan durasi ditentukan.
Catatan:
penampilan aplikasi dan proses transaksi bisa berubah. Gunakan panduan terbaru
yang terdapat di aplikasi resmi saat melakukan transaksi.
Apa yang
Terjadi Setelah Deposito Jatuh Tempo?
Setelah masa
deposito berakhir, jumlah uang akan mengikuti aturan dari produk yang dipilih.
Informasi resmi
dari Pegadaian menyebutkan bahwa deposito emas yang sudah habis masa jatuh
tempo bisa diubah menjadi saldo pada rekening tabungan emas, asalkan nasabah
sudah melakukan pendaftaran ulang sesuai dengan aturan yang berlaku.
Karena
mekanisme bisa diperbarui, cek informasi tanggal jatuh tempo di aplikasi
sebelum memilih durasi pinjaman.
Jangan anggap
semua deposito otomatis diperpanjang dengan cara yang sama.
Apakah Deposito
Emas Bisa Dicairkan Kapan Saja?
Ini merupakan
salah satu pertanyaan yang penting.
Tabungan Emas
dan Deposito Emas memiliki ciri-ciri yang berbeda.
Tabungan Emas
lebih mudah digunakan untuk transaksi sesuai aturannya.
Deposito Emas
memiliki tenor tertentu.
Oleh karena
itu, sebelum membuka deposito, perhatikan dengan baik aturan mengenai cara
pencairan, masa jatuh tempo, dan kemungkinan penarikan dini.
Jangan
menyimpan semua uang emas kamu dalam deposito jika sebagian dari aset itu
mungkin dibutuhkan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
Apakah Deposito
Emas Lebih Baik daripada Tabungan Emas?
Tidak ada
jawaban yang cocok untuk semua orang.
Tabungan Emas
lebih cocok bagi orang yang ingin menyisihkan uang secara fleksibel dan
menabung emas secara perlahan.
Deposito Emas
bisa dipilih oleh seseorang yang sudah punya emas dan ingin menyimpan sebagian
uangnya secara berjangka agar mendapatkan keuntungan tambahan.
Salah satu cara
sederhana untuk membedakannya:
Tabungan Emas =
fleksibilitas.
Deposito emas
adalah cara menyimpan emas secara jangka waktu tertentu dengan mendapatkan
tambahan hasil keuntungan.
Kedua hal
tersebut bisa menjadi bagian dari strategi pengelolaan aset yang berbeda.
Hal-hal yang
Perlu Diperiksa Sebelum Membuka Deposito Emas
Sebelum
melakukan transaksi, jangan hanya melihat angka imbal hasilnya.
Periksa
setidaknya:
1. Minimum
penempatan
Pastikan saldo
emas Anda memenuhi ketentuan minimum.
Saat ini,
informasi tentang produk Pegadaian menyebutkan bahwa minimal 5 gram.
2. Tenor
Pilih sesuai
kebutuhan, bukan hanya karena hasilnya bagus.
Saat ini
tersedia durasi 6, 9, dan 12 bulan.
3. Imbal hasil
Periksa
persentase yang berlaku saat transaksi.
Informasi
produk saat ini menyebutkan 1% per tahun.
4. Mekanisme
pembayaran imbal hasil
Pahami kapan
dan bagaimana tambahan gram diberikan.
5. Ketentuan
pencairan
Ini sangat
penting bila ada kemungkinan Anda butuh emas sebelum waktu jatuh tempo.
6. Pajak atau
biaya yang berlaku
Jangan
menggunakan nomor pajak yang sudah usang tanpa memastikan aturan terbaru.
7. Ketentuan
saldo minimum
Periksa saldo
yang masih ada di Tabungan Emas setelah menarik deposito.
Saat ini
halaman produk Pegadaian menampilkan minimal 0,1 gram.
Apakah Deposito
Emas Bisa Jadi Opsi Untuk Membuat Portofolio Lebih Beragam?
Deposito emas
bisa jadi bagian dari cara mengelola aset, tapi tidak berarti uang seluruhnya
harus disimpan di sana.
Diversifikasi
artinya membagi aset berdasarkan fungsinya dan tujuannya.
Misalnya
seseorang memiliki:
uang untuk
kebutuhan sehari-hari;
tabungan untuk
kebutuhan jangka pendek;
deposito untuk
tujuan tertentu;
emas untuk
diversifikasi jangka menengah atau panjang.
Komposisinya
tidak harus sama untuk setiap orang.
Tidak ada
aturan yang menyatakan bahwa seseorang wajib memiliki persentase tertentu dari
emas atau Deposito Emas.
Yang penting
adalah memahami fungsi masing-masing aset.
Kesalahan yang
Sering Dilakukan Pemula
Menganggap
imbal hasil 1 persen berarti harga emas cukup naik sedikit saja untuk pasti
mendapatkan keuntungan.
Tidak
sesederhana itu.
Ada perbedaan
antara imbal hasil dalam gram dan perubahan harga emas.
Menempatkan
semua saldo emas
Jangan
mengabaikan kebutuhan likuiditas.
Sebagian uang
mungkin lebih baik tetap disimpan di Tabungan Emas jika masih dibutuhkan.
Tidak membaca
ketentuan pencairan
Tenor adalah
bagian penting dari produk.
Membandingkan
langsung dengan deposito uang
Deposito emas
dan deposito uang menggunakan jenis aset yang berbeda sebagai dasar.
Menganggap emas
tidak bisa turun
Harga emas
tetap memiliki risiko pasar.
Jadi, Apakah
Deposito Emas Layak Dipertimbangkan?
Deposito Emas
adalah produk yang menarik untuk diketahui, terutama bagi orang yang sudah
memiliki Tabungan Emas dan ingin menyimpan sebagian dana dalam bentuk tabungan
jangka waktu.
Keunikannya
terletak pada bentuk imbal hasil.
Nasabah tidak
menerima bunga dalam bentuk uang rupiah, tetapi mendapatkan tambahan berat emas
dalam gram sesuai dengan ketentuan produk yang berlaku.
Dari informasi
produk yang ada sekarang, Pegadaian memberikan masa pinjam selama 6, 9, atau 12
bulan, dengan minimal 5 gram, dan tingkat bunga 1% per tahun.
Namun, produk
ini bukan berarti bebas risiko.
Harga emas bisa
berfluktuasi, kebutuhan uang setiap orang mungkin berbeda, dan aturan dalam
transaksi bisa diperbarui.
Oleh karena
itu, keputusan untuk memilih Deposito Emas sebaiknya diambil setelah memahami
cara kerjanya, durasi penyimpanan, hasil yang diperoleh, ketentuan penarikan
dana, serta kondisi keuangan pribadi.
Kesimpulan
Deposito Emas
adalah layanan menyimpan emas dalam jangka waktu tertentu yang memberikan
tambahan keuntungan berupa gram emas.
Produk ini
tidak sama dengan Tabungan Emas karena memiliki jangka waktu tertentu dan
memberikan hasil tambahan.
Berdasarkan
informasi resmi dari Pegadaian yang tersedia saat artikel ini diperbarui,
Deposito Emas memiliki jangka waktu 6, 9, atau 12 bulan, dengan minimal
penempatan 5 gram, serta bunga yang diberikan sebesar 1% per tahun. Emas yang
disimpan juga disebut didepositokan dan diasuransikan.
Namun, tambahan
gram emas tidak berarti nilai investasi dalam rupiah selalu meningkat.
Nilai aset
tetap dipengaruhi oleh harga emas di pasar.
Oleh karena
itu, Deposito Emas sebaiknya dipandang sebagai salah satu opsi dalam mengelola
aset, bukan sebagai alat yang menjamin adanya keuntungan.
Sebelum kamu
melakukan transaksi, cek informasi terbaru mengenai keuntungan, jangka waktu,
saldo minimal, pajak, biaya, dan syarat pencairan melalui saluran resmi
Pegadaian.
Sahabat Emas
terus memberikan informasi dan penjelasan mengenai emas dengan bahasa yang
mudah, sehingga pembaca bisa memahami produk keuangan yang berbasis emas
sebelum membuat keputusan.
FAQ Deposito Emas
1. Apa itu
Deposito Emas?
Deposito Emas
adalah layanan menyimpan emas dalam jangka waktu tertentu yang memberikan
keuntungan tambahan berupa gram emas sesuai dengan aturan dan ketentuan dari
produk tersebut.
2. Berapa
minimal Deposito Emas Pegadaian?
Informasi
produk resmi Pegadaian sekarang menunjukkan bahwa minimal 5 gram emas, dan
peningkatan berdasarkan 1 gram. Setelah ditempatkan, saldo Tabungan Emas harus
tetap memiliki minimal 0,1 gram.
3. Berapa tenor
Deposito Emas?
Saat ini
Pegadaian menawarkan masa tenor selama 6, 9, dan 12 bulan.
4. Berapa imbal
hasil Deposito Emas?
Halaman produk
resmi Pegadaian sekarang menampilkan imbal hasil 1% per tahun. Imbal hasil
diberikan dalam bentuk tambahan gram emas sesuai dengan cara kerja produk
tersebut.
5. Apakah
Deposito Emas pasti untung?
Tidak ada cara
investasi yang pasti untung selalu karena harga bisa berubah. Deposito Emas
memberikan tambahan berat emas sesuai aturan yang berlaku, tetapi nilai uang
rupiah dari emas tersebut masih bisa berubah sesuai dengan harga emas di
pasaran.
6. Apakah
Deposito Emas sama dengan deposito bank?
Tidak. Deposito
emas menggunakan emas sebagai dasar assetnya dan memberikan hasil berupa gram
emas, sedangkan deposito bank menggunakan uang sebagai dana yang disimpan dan
memberikan bunga sesuai dengan ketentuan produk tersebut.
